Langit Biru

Innama'al 'usri yusra

Melangkah Kembali…

Setelah sekian lama akhirnya kembali…

Sedikit demi sedikit menguntai kembali benang yang putus hanya karna tak mampu menerima kenyataan dan melukai orang yang tak seharusnya..

Ini awal baru, walaupun bukan satu hal yang baru bahkan mungkin agak terlambat.

Setidaknya ku menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang dan perlu untuk dikembalikan, ditata kembali agar bisa menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

Mari kita mulai kembali langkah baru dan senyuman penggerak semangat 😀

Tinggalkan komentar »

Pesan Imam Al Ghazali

Tinggalkan komentar »

Muhasabah aktivis Dakwah Kampus (Bagian 1)

Rumahku nan indah nan asri,

Kenapa dirimu bermuram durja?

Ia begitu megah dan besar,

Namun kenapa ia seolah tak terlihat?

Rumahku begitu teduh,

Tapi, kenapa sedikit niatan tamu tuk berkunjung?

Apakah yang salah dengan rumahku?

 

                Lebaga Dakwah Kampus bagi para aktivis merupakan “rumah” untuk bernaung dari baik suka maupun duka dalam menyampaikan kebenaran. Kebenaran yang mulai pudar di kalangan civitas akademika. Tempat berkumpulnya orang-orang yang bervisi sama untuk membangun kampus madani. Indahnya naungan ini sehingga kadang penghuninya terbuai akan prestasi yang telah diukir oleh para pendahulunya. Begitu tentramnya hati ini ketika berada di dalamnya, seolah merasa kita yang banyak kekurangan tertutupi oleh kesempurnaan image yang telah ada.

                Padahal sungguh, dakwah itu bukanlah sekedar menyelenggarakan sejenis event yang hanya melakukan pencitraan akan Islam yang indah. Tetapi, dakwah itu juga menyentuh hati-hati yang ingin tersentuh hidayah Islam yang menghangatkan siapapun yang menerimanya. Begitulah hakikat aktivis dakwah. Kewajibannya sungguh dua kali lebih banyak dibandingkan teman-teman lainnya. Kenapa? Karena mereka ke kampus tak hanya sekedar menunaikan amanah orang tua atau agama untuk menuntut ilmu, namun juga memperjuangkan tegaknya Laa ilaa ha illallaah di kalangan civitas akademika dan menjadikan sekelilingnya penuh dengan rahmat Allah. Hari yang baik akan segera kita jemput untuk menjadikan semuanya menikmati indahnya Islam itu, bukan Islam yang meneror atau anarkis seperti yang selama ini diberitakan oleh media.

                Amanah itu, bukanlah suatu amanah yang dapat dipikul oleh badan yang fisik maupun psikisnya lemah. Bukan. Mereka para aktivis dakwah tidak hanya harus memiliki fisik yang kuat, psikis yang kuat, tetapi juga harus memiliki ilmu yang luas. Perjuangan itu memang berat. Inilah jihad kami. Jangankan peluh, air mata, bahkan darah pun akan kami berikan untuk menciptakan kampus madani.

                Tapi, akan jadi satu perkara yang fatal jika kita terlena akan prestasi yang telah dicapai, nyaman akan perasaan “sempurna” yang menaungi, merasa diri yang paling benar, paling hebat, dan sebagainya. Astaghfirullahal’azhiiim.

                Penulis teringat akan sebuah pesan dari seorang akhwat,”Kamu akan dapat melihat dan menilai ukhuwah antar sesama akhwat ketika kamu berada “jauh” dari mereka, jauh dari bidang yang keren seperti kaderisasi dan keputrian, atau ketika jauh dari mengikutsertakan diri dalam agenda-agenda yang diselenggarakan oleh teman-teman LDK”. Pesan tersebut disampaikan ketika ana masih baru bergabung ke dalamnya. Menurut ana pesan tersebut hanyalah sebuah pesan yang mungkin kurang dapat dipercaya. Bagi ana yang awam kemudian bertanya,”Bukankah ukhuwah antar aktivis itu selalu baik?”. Beliau hanya menjawab,”Nanti kamu akan merasakan sendiri,dek”. Senior tersebut hanya membalasnya dengan senyuman.

                Ketika memasuki masa-masa puncak yang rawan seperti semester 4 ke atas atau beberapa tahun bergabung di dalamnya, barulah saat ini apa yang disampaikan oleh senior saat itu mungkin ada benarnya. Majelis syuro’ yang hanya kenal dan dekat oleh orang yang “itu-itu” saja. Ketika bertemu dengan sesame ikhwah, belum tentu akan ada saling sapa hangat seperti ketika awal bergabung. Bidang-bidang selain kaderisasi dan keputrian memang terasa kurang diperhatikan. Ketika di survey, bidang yang hanya menjalankan tugasnya hanya kaderisasi atau keputrian. Pengkaderan memang harus ada setiap tahunnya, riayah kader agar tidak “melenceng”,hal ini wajar jika bidang kaderisasi merupakan bidang yang paling sibuk karena merupakan inti suatu lembaga dakwah. Tapi, dakwah juga tidak akan berjalan jika hanya ada pengkaderan, tanpa ada wadah untuk para kader menyalurkan bakat keterampilannya, tanpa ada bidang yang mensyiarkan tak akan  ada pencitraan yang dapat menarik para teman-teman lainnya yang belum tersentuh hidayah. Perhatian yang kurang, maka jangan salahkan jika mereka mencari “perhatian lain”. Berikut merupakan penyakit akibat “kurang perhatian” para aktivis dakwah : Ukhuwah yang masih terkesan saling iri, terkesan saling memperebutkan suatu amanah agar dianggap militan, berlomba-lomba berbuat baik hanya ingin dipuji atau dilihat baik, melembutkan suara ketika berbicara dengan lawan jenis agar dikira lembut, dengan mengatasnamakan menjalin silaturrahiim tapi kenapa harus sms-an atau telepon-an dengan bukan mukhrim secara berkala? Astaghfirullah.. Na’udzubillah min dzlik.

                Lucunya, ketika masalah ini melebar hingga ke petinggi-petinggi dakwah sekelas majelis syuro’, mereka malah terkesan membenarkan. Berdiam diri, tak melakukan apa-apa, menutup mata dan menyerahkan semua nya kepada para anggota bidang kaderisasi untuk menyelesaikan. Waah waah, luar biasanya kaderisasi. Mengurusi semua orang yang ada di lembaga dakwah kampus seorang diri.

Tetapi, benarkah yang seperti? Hanya kewajiban tim dari kaderisasi saja?

 Bukankan ini kewajiban sesame kita untuk mengingatkan?

 Bukankan setiap muslim itu bersaudara, kalau begini berarti yang bersaudara dengan ikhwan yang kurang perhatian hanya kaderisasi dong?

Jika jawaban tersebut “iya”, berarti hadits nabi tentang ukhuwah itu ….. (diisi sendiri).

                Bukan, bukan begitu. Kewajiban menjaga kader dakwah, bukan hanya kaderisasi. Memberikan perhatian itu tidak boleh pilih kasih, jangan salahkan mereka mencari perhatian dengan lawan jenis atau memilih keluar dari lingkaran ini, dan sebagainya. Karena dakwah itu tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat tetapi lama dan berkesinambungan, dakwah tidak bisa dilakukan oleh beberapa orang tapi butuh banyak orang agar dakwah itu berkembang, dakwah itu tidak bermanfaat atau berkembang  jika kita tidak bisa mencontohkan perbuatan yang baik atau ikhlas lillahi ta’ala menjalaninya. Ingatlah, baik buruknya kita sebagai manusia Allah lebih mengetahui, tak perlu ditutupi atau dibuat-buat. Karena Allah membenci orang-orang yang munafik ya akhi..ya ukhti.. Tafadhol mari kita sama-sama bermuhasabah diri, kembali ke zero. Jangan bangga dengan kerudung lebar dan panjang atau celana cungkring dan jenggot tipis itu. jika sikap kita tak ada bedanya dengan orang yang tak berkerudung, senang ghibah, senang berkalwat dengan lawan jenis, lalai dengan wajibat yaumi, dan sebagainya. Bermain api kita akan terbakar, bermain air kita akan basah. Setiap perbuatan maksiat yang kita lakukan Allah mengetahuinya…

 

Allah yang menaungi kita dengan rahmat sehingga langkah kaki ini menjadi berkah,

Allah  yang mlembutkan lisan kita sehingga mereka tersentuh hidayah-Nya,

Allah yang menguatkan kita sehingga kita bisa kuat menerpa cercaan dari yang membenci kebenaran,

Allah yang menegarka kita sehingga kita bisa istiqomah berada di rumah ini,

Allah yang menyanyangi kita sehingga orang lain menyayangi kita,

Allah yang bersama kita sehingga orang memilih tuk bersama kita…

 

 

Tinggalkan komentar »

***** Akhir Hayat Napoleon Bonaparte sebagai Seorang Muslim

     Akhir Hayat Napoleon Bonaparte Menjadi seorang Muslim Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart. Karier militer Napoleon menyuguhkan paradoks yang menarik. Kegeniusan gerakan taktiknya amat memukau, dan bila diukur dari segi itu semata, bisa jadi dia bisa dianggap seorang jendral terbesar sepanjang jaman. Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.

     Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai. Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya di hadapan dunia Internasional. Namanya berubah menjadi ‘Aly (Ali) Napoleon Bonaparte’.

     Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ?

Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat di majalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.

“I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than the story of Lot and his daughters?” “The science which proves to us that the earth is not the centre of the celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops the sun! One shall see the stars falling into the sea… I say that of all the suns and planets,…”

“Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Luth beserta kedua puterinya?” (Lihat Kejadian 19:30-38) “Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut…. saya katakan, semua matahari dan planet-planet ….”

Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :

“Religions are always based on miracles, on such things than nobody listens to like Trinity. Yesus called himself the son of God and he was a descendant of David. I prefer the religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; the turks also call us idolaters.”

“Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat di dalam agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa.”

Selanjutnya :

“Surely, I have told you on different occations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Musselman and I glorify the prophet Muhammad and that I love the Musselmans.”

“Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda di setiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam.”

Akhirnya ia berkata :

“In the name of God the Merciful, the Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner.”

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping.”

     Napoleon Bonaparte mengagumi Al-Quran setelah membandingkan dengan kitab sucinya terdahulu, Alkitab. Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggulan Al-Quran, juga semua cerita yang melatar belakanginya. Dalam buku yang berjudul ‘Bonaparte et I’Islarn oleh Cherlifs, Paris, halaman 105’, Napoleon Bonaparte berkata sebagai berikut:

“I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the prinsiples of the Qur’an wich alone can lead men to happiness.”

“Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip–prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.”

     Beberapa sumber lain yang menyatakan ke-Islaman beliau: * Buku ‘Satanic Voices – Ancient and Modern’ dengan penulis David M. Pidcock (1992 ISBN: 1-81012-03-1), pada hal. 61 * Surat kabar Perancis ‘Le Moniteur’, yang menulis bahwa beliau masuk Islam pada tahun 1798. * Buku ‘Napoleon And Islam’ dengan penulis C. Cherfils (ISBN: 967-61-0898-7). Islam hadir tidak hanya mayoritas di suatu negara tapi juga sebagai minoritas khususnya di benua Eropa dan Amerika. Napoleon Bonaparte adalah salah satu contoh dari pribadi muslim yang sukses sebagai minoritas di Perancis. Meskipun pada akhirnya Napoleon dimakamkan secara Kristen di Perancis pada tgl 15 Desember 1840 di gereja Paris, namun sepertinya hal tersebut sebagai sesuatu untuk mengaburkan fakta bahwa beliau adalah seorang Muslim. Sama halnya di Indonesia, Pattimura yang seorang muslim bahkan cicitnya menyatakan mereka adalah muslim, lalu tiba-tiba menjadi Thomas Mattulesi Pattimura. Terlepas dari semua hal tersebut, kiranya kita mesti merenungkan ucapan beliau tidak lama setelah mempelajari isi Al-Quran dan sebelum masuk Islam; yang pertama menguntungkan kaum muslimin dan yang kedua membahayakan mereka. Ucapan yang keluar dari mulut politikus besar ini dan menguntungkan kaum muslimin adalah, “Aku telah belajar dari buku ini, dan aku merasa bahwa apabila kaum muslimin mengamalkan aturan-aturan komprehensif buku ini, maka niscaya mereka tidak akan pernah terhinakan.”

Adapun kata-kata yang membahayakan kaum muslimin adalah,

“Selama Al-Quran ini berkuasa di tengah-tengah kaum muslimin, dan mereka hidup di bawah naungan ajaran-ajarannya yang sangat istimewa, maka kaum muslimin tidak akan tunduk kepada kita, kecuali bila kita pisahkan antara mereka dengan Al-Quran.”

 

 

Pribadi yang BERDZIKIR ITU INDAH ..

Setiap KALAMNYA adalah DAKWAH …

Setiap DIAMNYA adalah DZIKIR …

Setiap NAPASNYA adalah TASBIH …

Setiap PANDANGAN MATANYA adalah RAHMAT …

Setiap SUARA TELINGANYA selalu TERJAGA …

Setiap PIKIRANNYA adalah BAIK SANGKA …

Setiap GERAK HATINYA adalah DOA …

Setiap SENTUHAN TANGANNYA adalah SEDEKAH …

Setiap LANGKAH KAKINYA adalah JIHAD …

Kekuatannya adalah SILATURAHMI …

Kesibukannya adalah ASYIK MEMPERBAIKI DIRI …

Kerinduannya adalah TEGAKNYA SYARIAT ALLAH SWT …

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. ..

AAMIIN ..

Wallahu’alam bishshawab, ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, …

 

Tinggalkan komentar »

Al Qur’an dengan Napoleon ?

Napoleon Bonaparte seorang yang brialan dalam dunia politik telah memikirkan tentang kaum muslimin. Dia bertanya, “Dimanakah markas kaum muslimin?” Orang- orang menjawab, “Mesir.”

Dia pun bergerak menuju Mesir, disertai seorang penerjemah Arab. Sesampainya di sana, dia bersama penerjemahnya itu lansung menuju perpustakaan.

Dia berkata kepada Sang penerjemah, “Bacakan salah satu buku itu untukku.”

Si penerjemah mengambil salah satu diantara sederet buku yang ada di sana, ternyata yang diambilnya adalah Al-Quran. Lembar pertama yang dibukanya membuatnya terpesona, dia membacakan ayat ini kepada Napoleon :

SESUNGGUHNYA AL-QURAN INI MEMBERIKAN PETUNJUK (KEPADA MANUSIA ) MENUJU JALAN YANG PALING LURUS

(Al- Isra :9)

Napoleon keluar dari perpustakaan. Dari malam hingga pagi , dia terus memikirkan ayat tersebut. Setelah terjaga dari tidurnya dipagi hari, untuk kedua kalinya dia lansung ke perpustakaan. Dia meminta kepada penerjemah untuk membacakan buku yang kemaren dibacakan untuknya. Si penerjemah membuka A-Quran, membacakan beberapa ayat dan mengartikannya. Setelah itu Napoleon kembali ke rumahnya. Malam hari nya dia terus tenggelam dalam lamunan tentang Al-Quran itu .

Hari ketiga dia kembali lagi ke perpustakaan. Atas permintaan Napoleon, si penerjemah pun lansung membacakan beberapa ayat dan menerjemahkannya. Mereka berdua kemudian keluar dari perpustakaan. Napoleon bertanya, “Berkaitan dengan agama manakah buku ini?” Si penerjemah menjawab, “ini adalah kitab orang- orang islam , dan mereka berkeyakinan bahwa Al-Quran ini telah diturunkan dari langit kepada Nabi besar mereka.”

Napoleon lantas mengucapkan dua kalimat yang pertama menguntungkan kaum muslimin dan yang kedua membahayakan mereka. Ucapan yang keluar dari mulut politikus besar ini dan menguntungkan kaum muslimin adalah kata-katanya,

“Aku telah belajar dari buku ini, dan aku merasa bahwa apabila kaum muslimin mengamalkan aturan-aturan Komprehensif buku ini, maka niscaya mereka tidak akan pernah terhinakan.”

Adapun kata-kata yang membahayakan kaum muslimin adalah, :

“Selama Al-Quran ini berkuasa ditengah-tengah kaum muslimin, dan mereka hidup dibawah naungan ajaran-ajarannya yang sangat istimewa, maka kaum muslimin tidak akan tunduk kepada kita, kecuali bila kita pisahkan antara mereka dengan Al-Quran.”

Al -Quran selalu mengumandangkan kebebasan bagi kaum tertindasAl-Quran membelah kepala orang zalim dengan pedangnya yang tajamAl-Quran memancarkan cahayanya Yang terang benderangDalam gelapnya malam-malam kerusakan, fitnah dan kezalimanIa kawan bagi para pecinta ditengah malamAl-Quran jiwa keberanian manusia- manusia AgungSelama kecintaan atas Al-Quran terkandung dihati kitaSelama Al-Quran menjadi sultanku, kita dan kalianNiscaya musuh tidak akan pernah kalahkan kitaKarena Al-Quran telah membuat fondasi bagi kemenanganPabila si pecinta telah bersua dengan bunga-bunga surgawiMaka Al-Quran menjadi beratus-ratus surga dan taman ridhwanMereka telah membina Shiddiq dengan kecintaan kepada Al-QuranBenar, Al-Quran adalah hati dan jiwa kaum muslimin

Hujjatul Islam Shiddiq Arabani

( “Kisah Surat Alfatihah”)

Tinggalkan komentar »

Ketika Kerjamu Tidak Dihargai

Assalamu’alaykum warohmatullahiwabarokaatuh…^^

Di pagi November ini…

Izinkan ana berbagi sdikit motivasi ya….^^

Smua orang ana rasa pernah merasakan hal ini..

Ketika kita udah capek2 kerja, eh kerja keras kita sdikitpun tidak hargai..

Ktika kita udah berikan yang terbaik, eh malah dikomentari miring..

Ketika kita tidak tahu apa2, malah disalahkan..

Nasib..

Hehehe…

Nggak juga gitu sih…

Berikut merupakan sepenggal kata2 motivasi yg menjadikan sedikit merasa lebih baik…

 

Ketika kerjamu tidak dihargai,

maka saat itu kau sedang belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usahamu dinilai tidak penting,

maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN.

Ketika hatimu terluka sangat dalam,

maka saat itu kau sedang belajar tentang MEMAAFKAN.

Ketika kau harus lelah dan kecewa,

maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.

Ketika kau merasa sepi dan sendiri,

maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN.

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung,

maka saat itu kau sedang belajar tentang KEMURAH HATIAN.

Tetap semangat ..
Tetap tersenyum ..
Terus belajar ….
Karena kau sedang menimba ilmu di universitas kehidupan..! !

TUHAN menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan …..

DIA punya maksud untuk hidupmu ….

KAU ingin dijadikanNya sbg berkat untuk sesamamu …

Tinggalkan komentar »

Palestina ku Tercinta….

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini.  Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

kami merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti.

***

1. Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

2. Suara Tak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

3. Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?

4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

5. Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

6. Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

7. Selamat Dengan Al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

8. Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

9. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

10. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

Sumber : 
http://wong168.wordpress.com/2010/04/11/keunikan-dan-keanehan-saat-perang-di-palestina/
http://www.blak-blakan.com/2010/04/keunikan-dan-keanehan-yang-terjadi-pada.html
Tinggalkan komentar »

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

1 Komentar »